Kota dan Kenangan
Bising
polusi
Hingar bingar
Adalah gambaran pasti sebuah kota besar,
kota yang mempertemukan dua insan saling menjalin ikatan.
Dan berkomitmen untuk tetap satu tujuan.
kota yang selalu kuanggap menakjubkan
tapi berubah menjadi menyakitkan.
Katamu, kota ini adalah rumah kita
tapi mengapa kau biarkan tamu masuk tanpa sepengetahuanku.
Katamu, dia hanya sekedar singgah
tapi mengapa kau biarkan dia menetap.
Katamu, dia orang baik
orang baik mana yang meruntuhkan hubungan kita yang selama ini baik.
Bagaimana mungkin kau mematahkan hatiku
demi dia yang bisa saja mematahkan hatimu.
Bagaimana mungkin aku melupakanmu
bila keseharianku saja selalu tentangmu.
Katamu, dia orang baik
namun semesta lebih paham akulah yang terbaik.
Sudahlah...
Aku akan melupakanmu
tidak hari ini mungkin esok.
Karna hari ini aku akan merayakan kehilanganmu.
Dikedai kopi sudut kota, kupesan kopi terpahit
barangkali kafein bisa merusak otakku
agar tak lagi mengingat tentangmu.
Sesekali, kuhisap rokok ditangan
barangkali nikotin bisa merusak paru paruku
agar tak lagi bernafas untukmu.
Apabila suatu hari kau merindu tentangku
datang saja kepemakaman dan menangislah.
Karna hatiku telah mati untukmu.
polusi
Hingar bingar
Adalah gambaran pasti sebuah kota besar,
kota yang mempertemukan dua insan saling menjalin ikatan.
Dan berkomitmen untuk tetap satu tujuan.
kota yang selalu kuanggap menakjubkan
tapi berubah menjadi menyakitkan.
Katamu, kota ini adalah rumah kita
tapi mengapa kau biarkan tamu masuk tanpa sepengetahuanku.
Katamu, dia hanya sekedar singgah
tapi mengapa kau biarkan dia menetap.
Katamu, dia orang baik
orang baik mana yang meruntuhkan hubungan kita yang selama ini baik.
Bagaimana mungkin kau mematahkan hatiku
demi dia yang bisa saja mematahkan hatimu.
Bagaimana mungkin aku melupakanmu
bila keseharianku saja selalu tentangmu.
Katamu, dia orang baik
namun semesta lebih paham akulah yang terbaik.
Sudahlah...
Aku akan melupakanmu
tidak hari ini mungkin esok.
Karna hari ini aku akan merayakan kehilanganmu.
Dikedai kopi sudut kota, kupesan kopi terpahit
barangkali kafein bisa merusak otakku
agar tak lagi mengingat tentangmu.
Sesekali, kuhisap rokok ditangan
barangkali nikotin bisa merusak paru paruku
agar tak lagi bernafas untukmu.
Apabila suatu hari kau merindu tentangku
datang saja kepemakaman dan menangislah.
Karna hatiku telah mati untukmu.
Comments
Post a Comment